Problematika Klopp Bersama The Reds

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp boleh jadi was-was dalam menangani The Reds dalam menjalani sisa musim ini. Pasalnya Philippe Coutinho dan kawan-kawan memiliki catatan yang kurang bagus dalam menghadapi eksekusi bola mati. The Reds kerap kali kebobolan dalam situasi set-piece saat menghadapi lawan-lawannya. Dan masalah Liverpool tampakna bukan hanya itu saja.

Hal ini tentu bukanlah hal baru bagi klub yang bermarkas di Anfield tersebut. Mengingat sejak jaman kepelatihan Brendan Rodgers, catatan rekor mereka atas tendangan bebas sudah buruk. Liverpool bahkan pernah mengalami situasi serupa (kebobolan dua kali) ketika menghadapi Queens Park Rangers, yang ketika itu diklaim sebagai klub terburuk di Premier League.

Belum lagi kini situasi badai cedera yang dialami ooleh klub yang bermarkas di Anfield tersebut. Yang terbaru adalah Sadio Mane yang dipastikan akan absen dalam dua bulan. Mane mengalami cedera saat The Reds menjalani laga Derby Merseyside dimana saat itu mereka menang dengan skor cukup fantastis 3-1. Ini tentu akan semakin memberatkan langkah Klopp untuk mempertahankan spot 4 besar.

Masalah Set Piece dan Tim Papan Tengah

The Reds kerap kali menemui masalah dalam situasi set piece
The Reds kerap kali menemui masalah dalam situasi set piece

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, pun mengakui bahwa dari enam klub papan atas Premier League 2016-2017, Liverpool merupakan klub yang paling banyak kebobolan dari situasi set piece (enam gol). Diikuti oleh Manchester City (4 gol), diikuti Arsenal (3 gol), Tottenham Hotspur dan Manchester United (2 gol), serta Chelsea (1 gol).

“Masalah semacam ini masih menjadi tanda tanya bagi kami dan kami masih berusaha untuk mencari jawabannya. Sepertinya situasi semacam ini saat ini bukan menjadi kemampuan andalan kami. Namun kami masih terus mencari solusi atas masssalah ini.” ujar Klopp kepada media setempat.

Tidak hanya situasi set piece, Liverpool juga seringkali mengalami kesulitan saat menghadapi klub-klub mediocre (papan tengah) maupun peringkat bawah. Yang kerap kali menjadi masalah krusial ketika menghadapi klub-klub tersebut yaitu ketika mereka menghadapi situasi dalam mengantisipasi serangan balik lawan.

Ini tentu saja akan menjadi hambatan Klopp dalam mempertahankan posisi mereka di empat besar. Sebab selisih poin mereka dengan Arsenal maupun tim lain di bawahnya tidaklah terlalu mencolok. Dan akan sangat disayangkan jika mereka harus terpeleset akibat hal sepele semacam ini.

Cedera Mane Menambah Beban Klopp Pertahankan Empat Besar

Cedera Sadio Mane menjadi salah satu kerugian bagi Klopp
Cedera Sadio Mane menjadi salah satu kerugian bagi Klopp

Disamping masalah set piece dan kesialan Liverpool saat menghadapi tim papan tengah, cedera Sadio Mane juga menjadi hal vital. Penyerang asal Senegal tersebut mengalami cedera saat Liverpool menghabisi Everton dengan skor 3-1 dalam partai Derby Merseyside beberapa pekan lalu.

Mane yang kala itu terpaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-57 kini divonis terpaksa absen paling sedikit selama 2 bulan akibat cedera lututnya. Tentu hal ini akan sangat merugikan bagi The Reds, mengingat kompetisi hanya menyisakan kurang dari 6 laga menjelang akhirnya.

Menurut kabar yang beredar, kini Mane telah menjalani operasi lutut di London pada Selasa kemarin. Operasi tersebut kabarnya akan ditangani langsung ahli bedah lutut asal Inggris, Dr Andy Williams. Sang dokter pula yang menyarankan Mane untuk menjalani operasi demi memperbaiki lututnya yang mengalami cedera.

Dengan estimasi akan absen selama paling sedikit dua bulan, maka Sadio Mane terpaksa menyelesaikan musim ini lebih cepat daripada pemain Liverpool lainnya. Dan sang manajer, Jurgen Klopp pun berharap jika sang pemain bisa kembali merumput saat The Reds menjalani persiapan pramusim.

 

 

Coutinho Pecahkan Rekor di Kandang Stoke

Liverpool berhasil mengalahkan tuan rumah Stoke City lewat come back mengesankan usai kebobolan lebih dulu. Gol kemenangan The Reds dicetak oleh Philippe Coutinho dan Roberto Firmino, sementara gol tuan rumah dicetak oleh Jonathan Walters. Sebagai tuan rumah Stoke City bermain cukup mendominasi, hal ini dibuktikan lewat gol yang membuat mereka unggul lebih dulu.

Sedangkan dari kubu tamu, manajer Jurgen Klopp menurunkan susunan pemain terbaiknya. Dengan barisan ujung tombak mereka yang dihuni oleh nama-nama seperti Roberto Firmino, Philippe Coutinho dan Daniel Sturridge. Terkecuali Sadio Mane yang mengalami cedera dalam laga melawan Everton, The Reds turun dengan skema 4-3-3 andalan Klopp. Menurut kabar beredar, Mane akan absen hingga 2 bulan ke depan.

Sementara itu, gol penyama kedudukan yang diciptakan Coutinho dalam laga tersebut membuat sang pemain menjadi pemain Brasil yang mencetak gol terbanyak dalam ajang Premier Liga. Sebelumnya, rekor tersebut sempat dipegang oleh sang senior, Juninho Paulista. Dengan total raihan 30 gol nya di Liga Inggris, kini Coutinho menjadi pemain tim samba yang termuda dan terbanyak mengoleksi gol di tanah Britania, unggul satu diatas Juninho.

Juninho Bangga Coutinho Melampaui Dirinya

Coutinho melampaui rekor Juninho
Coutinho melampaui rekor Juninho

Salah satu bintang senior Brasil, Juninho Paulista, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian sang junior yang mampu melampaui pencapaiannya. Juninho mengaku tidak pernah mengira bahwa rekor tersebut akan terpecahkan. Pasalnya, jarang sekali talenta asal Brasil yang bisa meraih kesuksesan di ajang Premier Liga. Namun kini hal tersebut telah dipatahkan Coutinho.

“Saya senang dia (Coutinho) mengambil alih rekor saya. Saya tidak berpikir rekor ada pemain lain yang bisa mencatatkan rekor tersebut. Setelah Neymar, Coutinho bisa dianggap sebagai pemain terbaik di Brasil. Dia memiliki kelas yang berbeda dan layak mendapatkan semua yang diraihnya karena dia telah berusaha sangat keras,” tuturJuninho dalam wawancara dengan media setempat.

Juninho juga mengungkapkan bahwa Coutinho memiliki peran vital di lini depan Liverpool. Menurutnya, kontribusi Coutinho saat ini tidak bisa digantikan oleh siapapun di kubu The Reds, “Satu di antara kualitas terbaik Coutinho adalah kemampuannya dalam mencari ruang. Banyak pihak yang berpikir tipe pemain sepertinya akan menemui kesulitan untuk beradaptasi di Inggris dibandingkan di Spanyol,” tambah Juninho.

Coutinho Sebut Performa Firmino Bawa Mereka Kalahkan Stoke

Coutinho memuju performa ciamik Firmino dalam laga kontra Stoke
Coutinho memuju performa ciamik Firmino dalam laga kontra Stoke

Sementara itu, ditanyakan komentarnya usai membawa Liverpool mengalahkan Stoke City, Coutinho justru memuji permainan Roberto Firmino. Coutinho menyebut rekan senegaranya tersebut memiliki kecerdikan yang tidak dimiliki oleh pemain lain. Kemampuan Firmino untuk mencari bola membuat sang pemain kerap kali menjadi penyelamar bagi laga-laga krusial The Reds menurut Coutinho.

“Roberto Firmino adalah pemain cerdas. Dia sering berlari diagonal dan itu sangat penting dalam permainan tim. Dia selalu siap menerima bola. Bila tak bisa mencetak gol, dia akan membantu pemain lain. Kami mengenal satu sama lain dengan baik. Jadi, saat bersama-sama membela tim nasional Brasil, kami sudah tahu pergerakan masing-masing. Dalam pertandingan ataupun latihan, kami saling mengerti,” ujar Coutinho.

Dalam laga tersebut, Philippe Coutinho berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Sebelum akhirnya Roberto Firmino sukses melepaskan tendangan keras  yang menghujam gawang Stoke. Skor 2-1 pun menutup laga yang digelar di markas Stoke City tersebut. Dan berkat gol tersebut, Coutinho kini juga berhasil mencatatkan dirinya sebagai pemain Brasil yang paling subur di Premier Liga melebihi sang senior, Juninho Paulista.